Memasuki tahun 2026, kebutuhan keluarga urban serta komunitas ekspatriat mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Saat ini, mereka tidak lagi mencari tenaga kerja rumah tangga yang sekadar mampu menyelesaikan tugas harian. Fokus utama beralih pada profesional yang memiliki keterampilan terlatih, sikap kerja yang baik, serta mampu bekerja dengan standar yang mendekati praktik internasional.
Perubahan gaya hidup perkotaan, meningkatnya kesadaran terhadap kualitas hidup, serta tingginya mobilitas global membuat pelatihan kerja berbasis skill modern menjadi aspek krusial dalam menentukan kualitas tenaga kerja domestik. Keluarga urban dan expat kini lebih selektif, karena tenaga kerja di rumah dianggap sebagai bagian penting dari sistem kehidupan keluarga, bukan sekadar pembantu aktivitas sehari-hari.
Berikut adalah beberapa tren skill ART yang menjadi kompetensi utama yang diprediksi akan paling dibutuhkan dan dicari oleh keluarga urban serta expat di tahun 2026.

1. Kemampuan Komunikasi dan Etika Kerja Profesional
Tenaga kerja rumah tangga di era modern dituntut untuk mampu berkomunikasi secara efektif dan profesional. Hal ini mencakup kemampuan menyampaikan dan menerima informasi dengan jelas, menjaga kesopanan dalam berbicara, serta memahami instruksi tanpa memicu kesalahpahaman atau konflik.
Selain itu, etika kerja dan kemampuan menjaga privasi keluarga menjadi nilai yang sangat penting. Baik bagi premium nanny, home chef, maupun tenaga layanan rumah tangga lainnya, komunikasi yang baik memiliki bobot yang setara dengan keterampilan teknis. Oleh karena itu, pelatihan kerja di tahun 2026 tidak lagi berfokus pada praktik kerja semata, tetapi juga pada pembentukan karakter, attitude, dan profesionalisme.
2. Pemahaman Tumbuh Kembang Anak dan Kesadaran Keluarga
Untuk peran premium nanny, tuntutan kompetensi menjadi semakin spesifik. Nanny diharapkan memahami tahapan perkembangan anak, mulai dari aspek fisik, emosional, hingga mental. Pengetahuan tentang milestone perkembangan anak serta kemampuan mengenali kebutuhan emosional menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh keluarga modern.
Selain itu, nanny juga perlu memahami dinamika rutinitas keluarga urban dan budaya keluarga expat yang cenderung terstruktur dan berbasis jadwal. Peran nanny kini berkembang menjadi mitra pengasuhan yang berkontribusi langsung terhadap kualitas tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
3. Standar Kebersihan dan Keamanan yang Lebih Tinggi
Pasca pandemi, standar kebersihan rumah tangga meningkat secara signifikan, terutama di lingkungan keluarga urban dan ekspatriat. Kebersihan tidak lagi dipahami secara umum, tetapi berbasis prosedur dan standar yang jelas.
Hal ini meliputi pemahaman tentang keamanan makanan (food safety), kebersihan dapur, sanitasi area anak, serta pengelolaan kebersihan rumah berdasarkan SOP yang terstruktur. Bagi profesi home chef dan tenaga kuliner rumah tangga, kemampuan mengelola bahan makanan dengan aman, menjaga higienitas dapur, serta memastikan keamanan proses memasak menjadi nilai tambah yang sangat besar. Kompetensi ini umumnya hanya bisa diperoleh melalui pelatihan kerja yang sistematis dan berkelanjutan.
4. Kemampuan Adaptasi Budaya dan Lingkungan Multinasional
Lingkungan kerja keluarga expat menuntut tenaga kerja yang memiliki fleksibilitas tinggi dan pemahaman lintas budaya. Setiap keluarga memiliki kebiasaan, pola komunikasi, serta gaya hidup yang berbeda, terutama jika berasal dari latar belakang negara yang beragam.
Tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan kerja dengan pendekatan internasional cenderung lebih siap beradaptasi, baik dari segi etika kerja, kebiasaan makan, hingga pola interaksi dalam keluarga. Kemampuan beradaptasi inilah yang membuat tenaga kerja memiliki daya saing lebih tinggi di pasar layanan rumah tangga premium.
5. Multi Skill, Manajemen Waktu, dan Problem Solving
Keluarga modern sangat menghargai tenaga kerja yang memiliki inisiatif, mampu mengatur waktu dengan baik, serta sigap dalam menghadapi situasi tak terduga. Tidak hanya menjalankan tugas rutin, tenaga kerja diharapkan mampu berpikir solutif dan mengambil keputusan yang tepat dalam kondisi sehari-hari.
Kemampuan multi skill dan problem solving jadi tren skill ART 2026 sekaligus menjadi pembeda utama antara tenaga kerja biasa dan tenaga kerja profesional. Inilah alasan mengapa keluarga urban dan expat semakin memilih tenaga kerja yang telah melalui pelatihan kerja khusus dan memiliki standar kompetensi yang jelas.

“Di tahun 2026, keluarga urban dan expat semakin menaruh perhatian besar pada kualitas layanan di rumah, terutama dalam pengelolaan makanan. Home chef tidak hanya dituntut mahir memasak, tetapi juga memahami kebersihan dapur, kebutuhan nutrisi keluarga, serta manajemen dapur yang profesional. Seluruh kompetensi tersebut hanya dapat dicapai melalui pelatihan kerja yang tepat dan berkesinambungan,”
— Riris Amelia, Cooking Coordinator
Bagi keluarga yang ingin memahami standar kompetensi tenaga kerja rumah tangga di tahun 2026, maupun bagi profesional yang ingin meningkatkan kualitas karier melalui pelatihan kerja yang relevan, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui:
📞 0812-3434-2875 — Aurel, Coordinator Nexus The Institute Surabaya
📞 0823-1592-1575 — Riris, Cooking Coordinator
📞 0813-1514-6829 — Anis, Cleaning Coach & Assessor
📞 0823-1374-6095 — Kusuma, Public Relations
Instagram: @nexustheinstitute